tuhan-tuhan

Posted: September 6, 2007 in puisi

Dengan menciptakanmu sebagai tuhan.
Aku mengira Akan bahagia.
Bagaimana kau mempengaruhi hidupku.
Datang malam-malam tanpa undangan dan kabar pertemuan.
Malam-malam
Dan sejumlah hariku terbakar Hancur dikulum olehmu.


Siapa aku, membuatmu menjadi tuhan yang harus terpuja.
Serupa Paust
Yang menjual jiwanya untuk iblis. Padahal menjadikan
Seekor ulatpun aku tak bisa. Betapa
Namamu jadi beban, lebih dari selingkuh Maria Eva, dan keanggunan palsu Venessa Williem

Di majalah PlayBoy. Sebenarnya aku sudah coba Untuk berhenti memikirkanmu kelewat gila. Meski Belum sampai Segala cara. Sia-sia.
Kehadiranmu memaksaku

Memutar kembali lagu-lagu cengeng yang sebenarnya
Telah lama berjarak dengan telinga.
Aku sudah panggil Pantai dan tasbih, sepi dan sujadah, lebih dari tiga kali.
Namun aku di bawah bayangmu lebih mirip seorang

Lelaki yang memperkosa
Gerak bibir sendiri. Tanpa henti.
Sudah pula Kutinggikan lambaian tangan ke arahmu.
Sekedar Mempertegas ucapan selamat tinggal padamu.

Dan Apapun yang berbau menyiksa. Tetap saja, semua berlari begitu tergesa.
Dan melamban di pelupukmu
black_love-338x408.jpg

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s