<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress.com" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>diKsi</title>
	<link>http://diksi.wordpress.com</link>
	<description>Bulan. Legam. Puisi. Harapan. Kupu. Kupu</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Mar 2008 09:13:10 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Keluarlah</title>
		<description><![CDATA[
Keluarlah, ayo lihat dunia!
Bukan melulu termangu di kursimu
Kita lupakan singgasana dan nama baik
Kehormatan dan ketakutan
Bayangkan saja
Berapa banyak generasi lagi yang kita korbankan
Untuk itu semua
Anak-anakmu telah lelah dididik menjadi pecundang
Dan bukankah kedatangan mereka bukan untuk dibohohongi?
Bukan intimidasi
Dan airmata belumlah cukup
Jadi keluarlah, ayo keringkan dunia
Yang basah oleh tangisanmu

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diksi.wordpress.com&blog=1443841&post=224&subd=diksi&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://diksi.wordpress.com/2008/03/03/keluarlah/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Bulan Retak</title>
		<description><![CDATA[
Setelah keletihan cuaca kau temukan kembali
dalam rimba gelap itu. Tubuhmu tak lagi terlihat
berenang di atas kolam. Kau sebut dirimu air tumpah-
Sabit yang lapar purnama. Sedang embun
yang bersetubuh dengan angin mulai jenuh
menggetar matamu. Bilik hatimu berjatuhan
tahun lalu. Bau tanah yang memang telah berjaga
pada senja di urat lehermu
Susut kening yang berkejaran,
Temaram di bawah lampu
Setengah mati
Mengingatkanmu pada koran-koran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diksi.wordpress.com&blog=1443841&post=185&subd=diksi&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://diksi.wordpress.com/2007/09/29/bulan-retak/</link>
			</item>
	<item>
		<title>televisi yang kuhidupkan menjelang imsak</title>
		<description><![CDATA[Di dalam kotak ajaib itu telah dibangun sebuah stasiun, stasiun ramadhan, katanya. Dan banyak lagi stasiun-stasiun serupa. Gambar-gambar gerak
Yang ditampilkan mendadak alim.Yang dahulu mengumbar peluh dan buah dada kini berjilbab rapi. Kalem penuh simpul suci. Hanya simpul Ustadz-ustadz mulai diberi banyak waktu berwejang di depan kamera
Iklan-iklan tak lagi mesum. Para kru dan semua bintang iklan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diksi.wordpress.com&blog=1443841&post=181&subd=diksi&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://diksi.wordpress.com/2007/09/25/televisi-yang-kuhidupkan-menjelang-imsak/</link>
			</item>
	<item>
		<title>tuhan-tuhan</title>
		<description><![CDATA[Dengan menciptakanmu sebagai tuhan.
Aku mengira Akan bahagia.
Bagaimana kau mempengaruhi hidupku.
Datang malam-malam tanpa undangan dan kabar pertemuan.
Malam-malam
Dan sejumlah hariku terbakar Hancur dikulum olehmu.

Siapa aku, membuatmu menjadi tuhan yang harus terpuja.
Serupa Paust
Yang menjual jiwanya untuk iblis. Padahal menjadikan
Seekor ulatpun aku tak bisa. Betapa
Namamu jadi beban, lebih dari selingkuh Maria Eva, dan keanggunan palsu Venessa Williem
Di majalah PlayBoy. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diksi.wordpress.com&blog=1443841&post=147&subd=diksi&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://diksi.wordpress.com/2007/09/06/tuhan-tuhan/</link>
			</item>
	<item>
		<title>zaman ular</title>
		<description><![CDATA[: dua potong sajak untuk angkatanku
(i)
Ambisi hanyalah untuk orang muda
Dan lihat, aku masih muda
Darahku penuh didih
Siapa yang berontak berpisah dari mimpi
Terkutuklah disumpahi sepi
Bukan apa-apa
Tinggal sekali ini saja aku berkata
Hai muda
Peduli tak peduli urusanmu
Urusanku taklukkan laut
Tempat perahumu terkoyak
(ii)
Zaman tumpah serapah. Kulit terkelupas. Ganti rupa, zaman
ular !
Percayalah, ini lebih gila dari zaman edan Ranggawarsita
: lingkaran darah telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diksi.wordpress.com&blog=1443841&post=135&subd=diksi&ref=&feed=1" />]]></description>
		<link>http://diksi.wordpress.com/2007/09/04/zaman-ular/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
