menjelang tidur September 4, 2007
Posted by diksi in puisi.add a comment
Inilah perampasan setitik bening mata oleh malam. Jiwa yang bimbang ditikam penat.
Pemberontakan apa yang kaulakukan pada diriku? Sampai desah kesekian tak berarti apa-apa.
“aku bukan siapa-siapa,” katamu. Padahal pandang dalam tatapan mata kita yang kosong bertemu. (more…)
meja pertapaan September 4, 2007
Posted by diksi in puisi.1 comment so far
Apa yang kaucari sepanjang malam. Hingga pagi. Termenung menunggu matahari. Seminggu, setahun, sampai berabad-abad, kau diasingkan dari kebahagiaanmu sendiri. Ataukah puisi yang selama ini membuatmu bahagia? (more…)
yang sederhana saja August 26, 2007
Posted by diksi in puisi.add a comment
Padahal baru kemarin aku selesai menulis puisi. Tapi rasanya telah berselang berabad-abad. Lama sekali.
Aku belum lagi berbuat apa-apa. Hanya duduk menyepi di sini. Berbohong dalam puisi. Di luar sana, siapa yang peduli, ada sebuah bayangan sekarat bernama indonesia. Dipaksa aku memikirkannya. Tak ada pilihan lain selain untuk berulang memikirkannya. (more…)
aku terima August 15, 2007
Posted by diksi in puisi.add a comment
Oke, aku terima jika kau malu disebut anjing penjaga. Lebih memilih menjadi raja di sebuah singgasana yang sulit sekali kaupahami. Kemegahan istana, selir dan dayang atau apapun itu namanya yang membuat nafsumu merdeka. Bebas dilampiaskan sesukamu. Aku terima juga jika kau malu disebut pelayan. (more…)
Kertas Transparan August 15, 2007
Posted by diksi in puisi.add a comment
“Cinta itu,” tulismu pada sms,
“perpisahan,
pertemuan dan perpotongan dua kertas transparan.”Dalam kepongahanku sesekali merindukanmu,
Ah, apa juga itu rindu. (more…)
